Tekanan kehidupan dalam perjalanannya kembali menghantam, akan tetapi kali ini tidaklah sekejam biasanya. Harapan akan keberhasilan, kesuksesan dan masa depan yang mantap sekarang menjadi bumerang, menjadi tekanan hidup, di tambah tekanan dari lingkungan sekitar dan berita-berita yang datang, hanya untuk membuat goyah dan menginginkan agar kita terperosok terpuruk lebih dalam lagi.
Hal ini membuat kita menyalahkan semua orang, semua yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Hal yang indah menjadi tidak menarik, ketika tekanan datang, dia sang dalang, sang petaka. Dia menyayangi kita, dia selalu bersama dengan kita dalam kehidupan hingga akhir hayat. Dia menjadi alasan kita membenci walau sebenarnya tak selamanya ia buruk, ia menjadi cobaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar