Rabu, Desember 10, 2008

Phini yang terdampat : Hambur Kata

Presisi antara kehadiran dan kenyataan berbanding tipis dengan kesadaran. Peter Pan dalam lagunyanya tak ada yang abadi mengatakan tak akan selamanya, kan berganti dengan yang baru. Tak ada yang abadi. Kehidupan mengalir bagai aliran air tak akan menetap disatu tempat, silih berganti. Suka, duka, dan rasa akan selalu berganti, satu waktu tanpa menetap selamanya akan tetapi terkadang meninggalkan bekas, berupa alasan dan pelarian yang dikumandangkan dengan berani. Tidak ada yang ingin di kemukakan secara spesifik dan berarti yang ada hanyalah kebebasan dalam ekspresi akan hal yang biasa terjadi, hal yang pribadi tanpa ada progres dalam usaha yang dilakukan. Menatap dunia dalam dua visi yang berbeda tetapi tetap pada objek yang sama, itu adalah anugerah dalam kebebasan itu sendiri, terkungkung dalam ilusi yang tiada habis-habisnya memaksa untuk melihat keterpaksaan sebagai alternatif yang indah untuk dijalani, dan kesenangan untuk di caci maki pada akhirnya.
Prinsip dan pendirian yang statis dapat fleksibel pada garis batas yang memungkinkan untuk perubahan itu sendiri apakah dikarenakan motivasi berupa dorongan dari luar ataupun berupa kesadaran diri yang meluap karena emosi yang meledak untuk mengeluarkan ekspresi jiwa yang monoton dan kesenangan pada satu sisi. Ikatan jiwa yang absatrak terkadang bisa menjadi jawaban dari permasalahan yang sulit untuk dipecahkan sebuah kepribadian yang monoton dalam pola garis kehidupan yang serba seimbang, Pola monoton merupakan suatu ketertarikan akan suatu perubahan yang tidak berubah. Kesenangan statis. Yang membawa opini publik sebagai urutan kedua dalam daftar yang tidak penting untuk dibicaran dalam kaitannya dengan perubahan yang perlu untuk kemajuanya itu sendiri.
Apa yang terjadi-terjadilah ( masih dalam versi peter Pan) Kita tahu bahwa TUHAN penyanyang umatnya. Pikiran seringkali menipu, fakta seringkali diputar balikkan, naluri hanya bergantung pada intuisi berupa pilihan rasa yang terjadi, pilihan hayalah pilihan itu sendiri yang kabur antara keinginan dan harapan akan terjadi. Kata-kata hanyalah angin sepoi-sepoi yang ingin menyenagkan kulit dengan belaian lembutnya. Apapun yang ada dalam pikiran mrupakan hasil dari perbuatan yang telah dijalani untuk diresapi, kehidupan hanyalah jam yang tidak berdetik maju sama sekali, atau masa lalu bukanlah waktu yang tertinggal untuk dikenang, masa depan adalah refleksi dari perbuatan akan wakt yang tidak bergerak dalam koordinatnya yang pasti. Takjub, heran, kagum, hanyalah bentuk ekspresi. Dipandang nyata ataupun abstrak merupakan pilihan dari pengalihan rasa dan tanggung jawab. Sebuah pertanyaan mengusik dengan berbagai lapisan alasan untuk menjawabnya, pembenaran diri sendiri demi persamaan tingkatan, pandangan masalah yang melarikan diri dari solusi, ataukah solusi yang tidak berarti dari masalah yang juga kecil dalam tingkatan dan membludak pecah tanpa kompromi dalam proses. Rasa yang dialami merupakan pecahan dari perasaan itu sendiri yang menginginkan bentuk kesempurnaan dalam keinginan.
Masyarakat dan individu merupakan bentuk lain dalam ekspresi diri untuk melihat proses garis yang di ciptakan untuk di jalani, inti dari kedaran diri yang ditangkap merupakan proses yang berjalan sebagai refleksi dari tindakan demi kemajuan pola kehidupan yang bergulir untuk anda. Kata adalah ujung tombak dari tindakan yang diperbuat baik sadar maupun tidak. Nyata dalam ucapan, cara yang biasa dalam ungkapan, langkah pertama ynag di lakukan tanpa sorotan akal dibawa oleh pikiran. Kata adalah alat komunikasi yang bisa berarti kesia-sian tanpa arti, akan tetapi disatu sisi yang positif dapat mendamaikan hati yang bergemuruh, di sisi lain yang negatif

Sekian Kata.



pro by Hindra