Rabu, Desember 30, 2009

Tipikal

Langkah menuju kesuksesan kembali tertunda, menjelang pergantian taon emasku 2009 menuju taon 2010. yah new day has come....
mudah-mudahan sahabat-sahabat semua lebih berbahagia di pergantian taon yang keren ini

MET TAON BARU Ya

Senin, November 23, 2009

Pilihan

Sang pengatur datang dengan memberi opsi, dimana kita meletakkan harapan disana. Dengan resiko baik dan buruk. Kekuatan analisis, kemampuan untuk memahami akan proses yang berjalan menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan. Sang pengatur yang melibatkan dua sisi secara seimbang. Akan tetapi memberikan kuasa ditangan sang pemilih untuk memutuskan. Kuasa yang diberikan tidak secara bebas, kuasa yang di batasi opsi dan mengharuskan untuk memilih.

NITE

Tekanan kehidupan dalam perjalanannya kembali menghantam, akan tetapi kali ini tidaklah sekejam biasanya. Harapan akan keberhasilan, kesuksesan dan masa depan yang mantap sekarang menjadi bumerang, menjadi tekanan hidup, di tambah tekanan dari lingkungan sekitar dan berita-berita yang datang, hanya untuk membuat goyah dan menginginkan agar kita terperosok terpuruk lebih dalam lagi.
Hal ini membuat kita menyalahkan semua orang, semua yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Hal yang indah menjadi tidak menarik, ketika tekanan datang, dia sang dalang, sang petaka. Dia menyayangi kita, dia selalu bersama dengan kita dalam kehidupan hingga akhir hayat. Dia menjadi alasan kita membenci walau sebenarnya tak selamanya ia buruk, ia menjadi cobaan.

Rabu, November 11, 2009

...^_^... SenyumanMu

Pemandangan matahari terbenam sangat indah dengan cahaya lembayung syahdu. Perlahan tapi pasti sang surya mengundurkan diri pada sore indah hari ini, tetapi sobat tidak perlu takut karena besok ia akan menemani kita bersama peluh yang bercucuran.
Pemandangan matahari terbenam sama seperti halnya kemarin, akan tetapi aku merasakan perbedaan jarak yang terjadi pada hari ini. Sang surya terbenam melenceng dari kedudukannya, ia melenceng sejengkal dari tempat biasanya aku melihatnya terbenam. Entah ini pertanda baik atau buruk, akan tetapi telah ku tanamkan dalam diriku bahwa masa depan lebih menarik di banding kemarin. Banyak sekali hal-hal yang terjadi di tahun yang menyenangkan buatku ini. Seperti peristiwa pemilihan presiden, rebut-ribut Lembaga KPK, hingga ramalan dari media tentang kiamat yang akan terjadi di tahun 2012. Hal yang membuatku merasa kasihan dengan orang –orang yang menyatakan hal tersebut terlebih lagi bagi orang yang mempercayainya. Manusia-manusia yang merasa bahwa mereka manusia pilihan dengan menginterpretasikan hal yang diterima untuk disebarkab kepada umum yang bahkan bagi mereka sendiri pun, hal itu belum tentu pasti akan kebenarannya.
Akan tetapi hal itu tidak menghalangi perasaan bahagia yang sedang kurasakan sekarang. Karena ia menemaniku, mengerti dan menyayangiku. Bagaimana aku akan membiarkan hal itu berlalu di hadapanku, kaulah satu-satunya masa depanku yang sebelumnya hanyalah ruang kosong akan tetapi kau mengisinya dengan kehadiranmu. Seperti halnya tembang yang di senandungkan Phill Collins- Against All Odds. Aku ingin ketika kamu membaca ini, untuk berhenti ragu akan aku.
…^_^…

Selasa, Oktober 20, 2009

Dunia Bebas

Pengalaman Baru

Lelah secara mental akhirnya kurasakan juga dalam perjalanan hidup yang cuma sekali ini. Mengikuti test pada salah satu perusahaan keuangan milik negara membuka wawasanku, akan sistem dan manajemen usaha untuk dapat bergabung menjadi salah satu karyawan pada perusahaan tersebut. Test yang diberikan memaksa diri untuk tampil dan berusaha maksimal, total test berjumlah kurang lebih 900 nomor yang berisi soal yang sarat analisis. Ini menjadi salah satu pengalaman hidup yang baru setelah berhasil “membebaskan “ diri di lingkungan kampus.
Hal ini juga mnegajarkan padaku untuk selalu memberikan yang terbaik dalam setiap usaha. Dukungan dari sahabat, teman, pacar dan keluarga sangat berarti. Menghadapi hal yang melelahkan secara mental dan fisik, sebagian orang menjadi stress dan terpuruk dalam penjiwaannya.

Rabu, September 16, 2009

Future Time

Harapan dan masa depan menyapa untuk memberitahukan kenyataan yang harus dihadapi sebagai pemuda dengan usia yang bertambah. Rencana yang dahulu tersusun dengan rapi dan teratur, sedikit demi sedikit mulai tergeser menghadapi kenyataan di lapangan dan di masyarakat. Apa yang diinginkan dalam hati menabrak tembok realita dalamn perjalaan takdir yang hidup. Masa depan adalah hal yang diinginkan setiap insan, masa depan yang cerah, tenang, damai dan bahagia. Hal yang di damba tiap manusia dimuka bumi ini, hal yang selalu di usahakan untuk diperoleh. Demikian halnya dengan diriku, hal ini pun ingin ku kecap dan kurasakan.
Masa depanku menyapaku dalam bentuk yang berbeda, kira-kira hal ini yang terpikir olehku. Dalam wujud yang lain ia tersenyum padaku, mengulurkan tangannya menyambutku dalam sikap dan maksud yang misterius. Harapan, inilah masa depanku yang dengan uluran tangannya hal-hal yang baik maupun yang terkadang menyakitkan akan kulalui bersama dengan dia yang samar misterius.

Kamis, Juni 25, 2009

Going D0wn

Tubuh terasa berat, napas menjadi pendek dan juga tersa berat. Lelah fisik dan mental akhirnya terjadi juga padaku. Tapi, sensasi ini perlahan-lahan menjadi nikmat ketika di jalani. Warna-warni perjalanan hidup menyapaku, ketika system imun tubuh bertarung dan kalah, sehingga kesempatan sang virus berkuasa memerintah jasmani. Inilah suatu perubahan yang sering terjadi pada waktu pergantian musim menyapa.

Jalan-Jalan




Kamis, Mei 21, 2009

Momento

Sebuah perjalanan yang menyenangkan terjadi. Perjalanan yang dilakukan oleh aku bersama kawan karibku kesuatu tempat yang berada di luar kota kelahiranku, kota yang telah beberapa kali kukunjungi ketika aku masih kecil dalam masa-masa sekolah dasar. Walaupun sebenarnya perjalanan ini dapat di tempuh kurang lebih satu jam, akan tetapi medan yang dihadapi tidak memungkinkan kami untuk tampil ”performance” secara kualitas. Jalan yang banyak berlubang setiap 10 meter, terkadang kami menjumpai jalan yang mulus teraspal meskipun hanya kurang lebih satu kilometer, apa boleh buat ulah pemerintah. Bukan hanya peralatan rumah tangga yang dapat dikredit, pembangunan jalanpun bisa dicicil, dari setiap ( hanya kemungkinan besar ) 10 kilometer jalan ada satu kilometer jalan yang teraspal mulus, sisanya menurut kawan perjalananku, hanyalah lubang galian sumur. Kota yang kuanggap dan kebanyakan orang mengingatnya dengan kota penghasil bahan pembuat jalan alami, ternyata kondisinya menyedihkan hatiku.

Prihatin........

Kesan yang kurasakan setibanya dikota tujuan adalah kesan yang luar biasa, seakan rasa yang dulu hilang akan kota ini, kembali menyambutku hangat. Masyarakatnya yang luar bisa, keramahannya, terutama rasa dan pemandangannya. Yah, apaboleh buat tanpa rasa terpaksa, aku mengakui bahwa aku tertarik akan kota ini. Meskipun kadang aku mengatakan pada setiap kota yang aku kunjungi aku merasakan perasaan yang sama, akan tetapi rasa ini tetap membekas setiap kali aku menginjakkan kaki di kota ini.

Pertemuan kembali bersama sahabat-sahabat lama, menyenangkan. Aku tidak berharap banyak, godaannya menarikku, wosssh...

Ku berharap dapat tinggal lebih lama di kota ini, akan tetapi rutinitas dan tugas kembali memanggilku. Seperti celoteh seorang sobat “ Aku ingin tinggal lebih lama, akan tetapi negara lebih membutuhkanku “.

Selesai shalat Jumat kami kembali bertarung melewati medan, yang masih dengan senjata andalannya, jalan yang berlubang-lubang, tanjakan dan udara yang sejuk. Letih tidak kami pungkiri, akan tetapi rasa puas terselip manis di kalbu kami. Kawan, aku tidak rindu akan tanjakan dan lubang yang ada di setiap badan jalan, aku hanya rindu perjalanannya dan pijakan kaki di kotanya.

Begitu banyak hal yang ingin kuceritakan, begitu banyak warna yang ingin ku perlihatkan, begitu banyak rasa yang ingin ku berikan. Tapi, maaf aku hanya ingin kau sendiri yang merasakannya agar kau bisa merasakan keindahannya, agar kau bisa merasakan apa yang kurasakan.

Nice Trip Buddy..

Keep The Feel same..

Sabtu, Februari 07, 2009

Damai

Rintik suara hujan jatuh terdengar lembut ditelingaku, berpadu sengan suara mendayu-rayu soundtrack Final Fantasi yang di bawakan oleh Hikaru. Sungguh membuat sore hari ini terasa damai, membawa pikiran menjadi tenang, beban-beban yang menggantung di pundak sebelumnya perlahan-lahan lepas, solusi dan pemecahan masalah datang ketika hati dan pikiran tenang. Sungguh luar biasa, seakan tak ada satupun hal yang tidak bisa untuk diselesaikan ketika hati dan pikiran menjadi tenang.
Perlahan kilauan matahari senja mengundurkan diri, dan sang dewi malam menampakkan diri menggantikan sang senja. Waktu bergeser perlahan mengisinkan sang dewi malam memerintah. Pergeseran waktu yang membawa ketenangan dari padatnya aktifitas bersama sang surya.
Ahh………
Hembusan nafas panjang mengiringi dan melepaskan beban di rongga dada, sore menjelang malam yang luar biasa, tanpa sadar membuat kita sejenak bernafas dan memikirkan keajaiban alam yang diciptakan oleh tanga-NYA.

Rabu, Januari 21, 2009

Lelah

Siang ini langit mendung, awan tebal. Tapi hal ini tak membuat surut langkah kami untuk berpetualang di tengah kejamnya kota dan padatnya manusia yang hilir mudik dengan tujuannya masing-masing. Langit mulai menjatuhkan butir-butir air dengan perlahan, wajah kami mulai basah olehnya akan tetapi tidak membuat semangat kami surut, motto kami “ Maju Perut, Pantat mundur”.
Di antara hawa manusia yang berjubel di salah satu pusat perbelanjaan, pun tidak membuat kami menyerah..

Idle

Kosong…
Ruang waktu serasa lapang ketika berjalan tanpa ada satupun hal yang mengganggu, akan tetapi rasa bosan perlahan menguasai hanya tawa yang bisa mengusirnya dan memang hanya itu yang ingin ku dengar. Ketakberdayaan akan waktu, hanya bisa mengikuti tanpa ada kuasa untuk bisa menghentikannya atau mempercepatnya.
Serasa mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi..
Dimensi membelai permukaan wajah dengan tajam, mensasi kosong memacu adrenalin untuk tidak berbuat apa-apa, walaupun hanya sementara, akan tetapi luar biasa untuk bisa melupakan rasa itu,I Wish Nobody Can’t Fly…

Minggu, Januari 11, 2009

Memori

Enteng... paling tidak itu yang kurasakan dalam menyelesaikan urusanku siang hari tadi. Semua berjalan dengan mulus, walaupun sebenarnya aku bangun"agak" kesiangan (wecong.. padahal bangunnya emang siang banget). Perlahan tapi pasti rasa percaya diri menyelubungi semangatku siang itu.
Siang ini aku aku teringat sobat-sabit, entah apa yang sedang mereka lakukan, tapi aku berharap yang terbaik untuk mereka. Semangat mereka.. canda.. marah.. bahkan rasa benci yang ditujukan padaku.
Semoga urusan mereka bisa semudah dan selancar aku hari ini

Jumat, Januari 09, 2009

FRIENDSHIP


Angin dingin berhembus membelai wajahku dengan lembut, malam ini seorang sahabat telah pergi meninggalkanku. Ia pergi kembali ke tanah kelahirannya dan kemungkinan besar aku tak akan pernah melihatnya kembali, kecuali dengan izin Allah. Dua puluh menit lagi kapal itu akan berangkat, kepanikkan terlihat di wajah sahabatkku, akupun merasakan kepanikan itu, akan tetapi aku berusahan untuk tetap berwajah tenang dan diam, hanya tindakan yang perlu. Dan itulah yang kulakukan. Aku mendengar suaranya bergetar waktu ia memegang tanganku dan berkata kalau tangannya dingin. Yah.. saat itu kami panik, panik karena kapal akan segera berangkat, panik karena lembar tiket sama sekali belum ada ditangan, panik karena kami tidak akan berjumpa, mungkin untuk waktu yang lama. Aku bergegas dengan sigap mengahantar dan membawa barang-barangnya yang jumlahnya tidak sedikit,halangan itu tetap datang bahkan seolah halangan itu tetap merintangi mulai dari para buruh yan tidak bisa diajak kerjasama sama sekali hingga petugas pelabuhan yang tidak punya hati.
Saat itu kami panik…
Ku hembuskan nafas panjang setelah semuanya terlewati, sahabatku tersayang telah berada diatas kapal, 2 menit lagi kapal akan berangkat, angin malam yang dingin menyapu bulir-bulir keringat di wajah dan leherku, sejuk kurasakan.
Dari luar dek 4 wajahnya nampak dari banyaknya kerumuranan manusia yang menatap kami dibawah, ia melambaikan tangan dan tersenyum, aku menangkap gerak bibirnya berkata,
“ Terimakasih Banyak.. ”
Ku lambaikan tanganku kepadanya, “Selamat Jalan Sahabat ..”,

BAD LUCK

Suara motor terdengar di telingaku, tanganku santai memegang gagang gas, perlahan tapi pasti ia datang mengucap salam padaku, salamnya menggelitik nasib burukku segera kakiku menginjak rem dengan tiba-tiba panik merayap menjalari belakang leherku.
Brakk………………
Ia tertawa melihatku meneteskan keringat dingin, aku diam dalam panikku, aku terkesima untuk sesaat dan kemudian mampu mengendalikan diri beberapa detik kemudian. Aku tersenyum balik pada nya dan berterimakasih atas hadiahnya di hari tanggal satu januari ini.
Aku kembali berjalan dengan perlahan dan menyimpan senyumku untuknya lain kali jika ia datang lagi, aku akan bersiap untuk itu dan akan kubuktikan padanya bahwa aku memang rapuh.
Suara motor terdengarmelambat dan berhenti………………..
Ia kembali menyapa, tapi tak kuhiraukan karena ia adalah sang musibah

VIBRATION

Suaranya nyaris tak terdengar, hanya getaran, yah hanya getaran. Tanganku lemah untuk meraihnya. Perasaan enggan tak mampu mengerakkan tubuhku menuju suara getaran tersebut.
“rrrrrRRRRR..”, tclak..
Suara itu berhenti, mataku perlahan terbuka.

VOICE OF JOY

Desember yang basah oleh tetes air hujan, jatuh terdengar di malam sabtu. Suara yang kudengar dari balik gelombang radio yang diterima oleh ponselku menarik bibirku tersenyum senang. Suaranya lembut setengah berbisik mengucapkan kata sayang kepadaku.
“ Sayangku, my Honey, cintaku..”, telingaku bergetar ringan, dadaku berdetak cepat memompa aliran darah di jantungku. Entah mengapa hari ini terlihat indah meski langit tak bosan-bosannya memuntahkan air hujan. Akan tetapi kepalaku mencegahnya masuk dalam antrian yang harus kupikirkan. Aaku membuat bayangan wajahnya dalam kepalaku, mencoba untuk menarik garis abstrak membentuk wajahnya yang kurindu.
“Ah..”, tanpa malu aku memintanya untuk menarik pelatuk suaranya agar terus kudengar, memintanya untuk membisiki telingaku dengan suara kebahagiaan. Tulangku lemas, lelah, lunglai , takjub .. aku ingin menghentikan waktu agar bisa terus mendengar bisikannya. Mataku terpejam, belaian lembut nafasnya meniup telingaku.
Tut…tuuut….tuut…
Klik..