Kamis, September 11, 2008

Ramadhan, Surat Cinta Ini Untukmu

Malam tampak hening dan sepi. Ada beban yang berat menghalangi gerak langkahku menuju pintu rumah Tuhan. Kegelisahan hati antara mendekati dan menjauhi rumah-Nya bergolak dalam benakku. Kupaksakan diri untuk menekan perasaan menjauh itu. Saat mendekati rumah-Nya untuk membuka pintu, tangan terasa lemas tanpa tenaga
Aku buka pintu. Yang tampak hanya temaram bola lampu yang memecah gelap dan menemani keheningan masjid. Kutempatkan diriku tepat di sudut masjid yang terbias lampu teras, bersujud dan menyapa Tuhan dengan tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil. Hempasan tubuh malam itu sangat berarti dan mungkin baru kali ini aku merasakan kenikmatan dalam bersujud. Ungkapan syukur malam itu membisukan egoku. Dan yang membuatku haru saat itu adalah Tuhan masih mempercayaiku, memberikan kepadaku kesempatan untuk bertemu lagi dengan Ramadhan. Aku mempertanyakan maksud Tuhan ini; benarkah ia masih mempercayaiku? Aku ragu.
Tidak salahkah Engkau, Tuhan, memberi amanah kepada hamba yang selalu mengabaikannya, sementara hamba-hamba-Mu yang mulia, yang menjalankan amanah-Mu, tidak Engkau percayai lagi? Inilah bebanku yang sangat berat dan mungkin inilah sindiran-Mu padaku.
Ingin kukabarkan padamu, ya Ramadhan. Bahwa aku malu menjemputmu. Malu dengan kemuliaanmu. Begitu juga malu dengan kasih sayangmu.
Ingin kuceritakan padamu, ya Ramadhan. Dosaku saat engkau hadir di sisiku. Inilah kehinaan keluhanku untukmu.
Seperti tahun-tahun yang lalu, aku menantikan bulan ini dan memohon agar Tuhan mempertemukan aku denganmu lagi. Aku menyimpan harapan besar kepadamu karena kemuliaan dirimu. Aku persiapkan tubuhku untuk menyambutmu. Tetapi, duhai diriku, apa yang kau perbuat setelah pertemuan ini tiba? Ramadhan tahun ini masih saja seperti Ramadhan yang lalu, aku membiarkanmu berlalu tanpa berbuat sesuatu yang lebih baik dan berarti. Aku mencampakkanmu. Aku lebih banyak diam untuk menghilangkan rasa lemahku setelah bekerja. Aku lebih banyak tidur tanpa banyak menjemput malam-malammu. Aku lebih banyak meninggalkan bacaan Al-Quran yang semestinya aku hias untukmu. Dan aku lebih banyak memenuhi kepuasan diri daripada memberi kepadamu.
Aku katakan padamu bahwa aku merindukanmu. Tetapi, duhai diriku, mengapa kerinduan ini hanya ungkapan belaka tanpa kau jemput dengan perbuatan mulia? Bukankah ia bulan kekasih Tuhan yang semestinya kau sambut dengan cinta dan gempita? Tidak pernahkah engkau belajar meniru bagaimana cara menyambut cinta kepada seorang kekasih yang merindukan perjumpaan?
Mengapa pertemuan ini hanya dambaan semata tanpa kau dekap ia dengan kesungguhan dan kesabaran yang panjang? Adakah perasaan gembira dan bersahabat yang engkau simpan dalam benakmu kepadanya?
Duhai diriku, mengapa engkau terampil merindu, piawai mendamba, dan pandai merangkai kata-kata saat berjumpa dengannya, tetapi kau tak mampu melakukan tindakan penting yang lebih mulia dari sekadar kata?
Bisu. Itulah dialog sepi yang aku persembahkan untuk Tuhan. Tanpa zikir dan istighfar. Hanya kata kotor, dusta, gunjingan, dan umpatan yang aku tebarkan.
Renggang. Itulah hubungan yang kutanamkan pada malam dan hari-harimu. Tanpa keintiman menyapa Tuhan. Hanya laku malas, manja, dan merasa puas yang aku dendangkan.
Duhai diriku, tidakkah engkau sedikit saja mencoba memahami makna kesucian dirinya? Di dalamnya ada jutaan berkah yang jika engkau sambut engkau akan mendapatkannya. Di dalamnya berkumpul dan terbuka segenap pertolongan Tuhan; rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Di dalamnya pahala amal saleh seseorang dilipatgandakan. Di dalamnya malaikat menyapa orang yang beribadah. Karenanya pintu-pintu setan tertutup, pintu-pintu neraka dirapatkan, dan ijabah doa disegerakan. Duhai diriku sebatas manakah engkau memahami makna kesuciannya?
Duhai diriku, sudahkah engkau mengadili diri dan merenungkan lebih jauh keberadaanmu di bulan mulia ini? Aku tahu jawabannya, sedikit saja hal itu tak kau lakukan. Engkau hina dan rendah.
Pada ujung bulan ini pun engkau masih meninggalkannya. Meninggalkan malam mulia Lailatul Qadar. Engkau masih menyepelekan kehadirannya. Engkau anggap ia kosong dan tanpa makna. Duhai diriku, tengoklah ia barang sejenak, walau hanya sebatas doa dan harapan ingin bertemu dengannya.
Keluhanku padamu, duhai diriku. Engkau masih saja melupakan penyempurna puasamu, zakat. Saking cintanya engkau pada hartamu dan demi memenuhi kebutuhan hari rayamu, engkau lupa memberi zakat dan sedekahmu. Bukankah dengan melalaikannya puasamu akan sia-sia?
Terakhir, keluhanku padamu, duhai diriku. Engkau masih saja menyimpan dendam dan tidak memberi maaf kepada saudara-saudaramu. Engkau masih menyimpan sifat hina itu. Permohonanku padamu, lepaskanlah sifat nista itu dan balaslah dengan kecintaan kepada sesamamu.
Aku wasiatkan pada dirimu, duhai diriku. Berikan kebahagiaan pada hati orang-orang yang kurang beruntung darimu di ujung Ramadhanmu dengan sedekah. Hayati makna Ramadhan ini dan Ramadhankan setiap hari dalam hidupmu.
Tuhanku, dengan setulus hati dan cinta, aku membuat pengakuan akan kelemahan diriku. Inilah aku yang mencampakkan Ramadhan-Mu, tetapi masih berani untuk merindukannya. Inilah aku yang terbebani oleh rasa bersalah, tetapi tak malu untuk bermunajat pada-Mu....

Tuhanku,
Telah berhenti para pemohon di depan pintu-Mu
Telah berlindung orang-orang fakir ke haribaan-Mu
Telah berlabuh perahu orang-orang miskin pada tepian lautan kebaikan-Mu
Dan kemurahan-Mu dengan harapan menggapai halaman kasih sayang-Mu dan anugerah-Mu

Tuhanku,
Jika sekiranya di bulan ini Engkau hanya menyayangi orang yang ikhlas karena-Mu dalam menjalankan puasa dan salat malamnya,
Maka siapakah yang akan menyayangi pendosa yang berbuat salah bila ia tenggelam dalam lautan dosa dan maksiatnya

Tuhanku,
Jika Engkau hanya menyayangi orang-orang yang taat,
Maka siapakah yang menyayangi orang-orang yang maksiat
Jika Engkau hanya menerima orang-orang yang beramal,
Maka siapakah yang akan menerima orang-orang yang tidak beramal

Tuhanku,
Beruntung sudah orang-orang yang puasa,
Berbahagialah orang-orang yang salat malam,
Selamatlah orang-orang yang ikhlas
Sedangkan kami, hamba-hamba-Mu yang berdosa
Maka sayangilah kami dengan kasih-sayang-Mu
Dan lepaskanlah kami dari api neraka dengan ampunan-Mu

Ampunilah dosa-dosa kami dengan kasih-sayang-Mu,
Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi

CINTAMU PADA RAMADHAN

Marhaban Ya..........Ramadhan, Labaika Ya ..........Ramadhan. bulan yang Allah mencurahkann ,berkah, rahmat dan mefirah-Nya. Allah swt menhadirkan ramadhan ini tiada lain adalah “bukti cinta dan kasih sayang-Nya kepada kita hambah-hambah-Nya”. Diperintahkan pada kita semua untuk berpuasa pada bulan ini, tiada lain agar kita menjadi hamba-hambah-Nya yang bertaqwa.
Namun apakah kita telah menyambut uluran cinta dan kasih sayang Allah swt, dengan cinta pula. Atau kita malah acuh saja terhadap itu semua, dengan melakukan hal- hal yang mungkin tidak ada nilai apa-apa dihadapan-Nya, malah hanya murka-Nya pada kita semua.
Tidakkah dalam bulan ramadhan ini Allah swt dalam salah satu hadis qutsi berkata “sesungguhnya puasamu itu untuk-Ku , dan hanya Aku yang dapat menilainya”. Mungkin kita beranggapan bahwa puasa kita sudah benar, tapi dihadapan Allah swt itu tidak ada artinya.Bukankah dalam bulan ramadhan ini kita diperintahkan untuk dapat mengendalikan nafsu kita (bukan dimatikan), itu semua untuk apa, apakah untuk Allah sesuai dengan hadis qutsi diatas?, atau ada maksud lain dari itu semua .
Dalam bulan ramadhan kita diperintahkan untuk menahan haus dan lapar serta hal-hal yang berhubungan dengan materi. Ini berfungsi untuk apa?, kata ustas dikampung saya, agar kita merasakan penderitaan saudara-saudara kita yang fakir lagi miskin. Tetapi jika tiba waktu buka puasa penderitaan itu sudah tidak ada lagi. Namun pernahkah kita menperhatikan saudara-saudara kita yang fakir lagi miskin tersebut, ternyata mereka bahkan tidak pernah makan sama sekali dalam sehari. Pantaskah kita samakan puasa kita, dengan penderitaan dari saudara-saudara kita tersebut, menurut penulis belum pantas kita menyamakannya. Semua baru pantas jika kita juga merasakan seperti yang dirasakan oleh mereka, dan ingat Allah swt lebih dekat dengan mereka. Apakah kita sanggup untuk itu?. Semuanya penulis serahkan kepada kita semua untuk merenunginya.
Kalau memang demikian apa makna dari bulan ramadhan ini. Penurut penulis, seperti yang telah penulis kemukakan diatas, semua merupakan bukti cinta dan kasih sayang-Nya pada kita semua. Dituntunnya kita untuk keluar dari alam materi ini (tapi tidak keluar seterusnya), sekedar hanya untuk beribadah kepada-Nya yang merupakan alam non materi. Dan menbuat kita sadar bahwa tujuan hidup kita bukan didunia ini,tetapi apa yang ada di akhir nanti. Kita dididik untuk menjadi para malaikat yang terlepas daripada dosa dan hanya beribadah pada-Nya. Sehingga kita dapat dekat pada-Nya, dan berusaha untuk meraih cinta dan kasih sayang-Nya. Dan betapa nikmatnya jika kita dapat merasakan curahan cinta dari-Nya
Akhirmya kita sadar semua hanya Dialah Yang Tahu Segala-galanya. Sehingga kita hanya manpu untuk memuji-Nya :
Ya Allah dengan kekuatan-Mu, taklut segala sesuatu
Dan merunduk segala sesuatu, dan merendah segala sesuatu
Dengan keagungan-Mu yang mengalahkan sesuatu
Dengan kemuliaan-Mu yang tak tertahankan oleh sesuatu
Dengan kebesaran-Mu yang memenuhi segala sesuatu
Segala puji bagi-Mu sampai keluh lidah untuk menyebut-Mu

(Askar al-Farisi)

Perang SMS Gratis Bulan Puasa

Iyan:
"Senyum adalah ibadah, mumpung Ramadhan, aku kirimkan senyumku untuk saudara-saudaraku semuanya.."

Marlin:
-" 15F: " Fergi Fagi Fulang Fetang Fekerjaan Fenuh Fenghasilan Fas-fasan Fantat Feot, Finggang Fegel, Fikiran Fusing-Fuyeng.." abis baca, liurnya di seka dong.."
-" Maaf.. untuk sementara fasilita SMS anda kami BLOKIR karena wajah anda kurang MANIS. Untuk mengaktifkan kembali ketik : MARLIN_BAGI_MANISNYA_DONG. Kirim Ke Nomor ini. Pasti SMSnya akan diaktifkan kembali."
-" Tiada kata-kata indah yang dapat aku kirimkan padamu:

-->

-->

-->
Kan udah di bilang ga ada kata-kata ye..
Ngapa sech masih di pencet-pencet??
Cape deh..

Feby:
" Assalam alaikum weidz cezz..!!
Mau k curhat, jengkelku kwe
Hari ini kayaknya gue trus yang salah
Apa-apa gue !!
Dikit-dikit gue !!
Gue terus
Yang Manis gue,
Yang Baek gue,
Yang Imut gue,
Yang Lucu juga gue.
Uuuugh...
Kenapa harus gue coba ??
Apa salahku??
Bosan tau :-p

Daniati:
" Mau tahu alasan kenapa saya SMS kamu :
4% Mau tahu kabar kamu

3% Perhatian

2% Kangen

1% Peduli

99% Sayang
Sumpah! Sayang banget !
Sayang banget kalo SMS gratisnya, tidak dimanfaatin!

Roman:
- Kata orang, kalau bulu mata jatuh, Berarti ada orang yang Kangen ma kamu..
Oleh karena itu aku akan selalu kangen padamu.
Supaya bulu matamu rontok semua "

Ephry:
" Ya Allah.. menjelang pagiMU yang indah ini, ingin ku kirim do'a untuk para saudaraku. Ya Allah.. Jadikanlah hari ini wujud hari yang penuh berkah. Mudahkan segala urusannya. Jadikan ikhlas dalam tiap tarikan nafasnya.. Agar setiap aktivitasnya adalah ibadah padaMU. Luruskan niatnya, Lindungi dia dari hal-hal buruk, berikan kebahagiaan untuknya dengan ridhoMU.."

Drg Noyan: -=Dijawab=-
" Yaa ALLAH, rahmati saudaraku ini RidhaMU pada setiap geraknya..
CahayaMU pada Pandangannya..
IkhlasMU atas ibadahnya..
SenyumMU atas kerendahan hatinya..
NaunganMU atas segala amal baiknya..
PertolonganMU atas setiap masalahnya, sehingga ia menjadi orang yang Mulia dan terpuji disisiMU, AMIN. "

Rahma : -=Dijawab=-
" Ya Allah kabulkanlah doa saudaraku ini. Se,oga malaikat-malaikatMU mengamininya dan mengatakan untuk kamu juga, agar ia pun mendapatkan apa yang ia mohon padaMU. Amin "

Rabu, September 10, 2008

Samiatun


Sobitku baruku yang satu ini ............... terus terang selain philips yang terang terus, aku sama sekali nggak tau papa mengenai dia. Aku hanya tahu kalau aku tidak pernah takut untuk berteman dan bertemu dengan wajah baru. Salah satunya yah.. sobit yang satu ini . Selain murah senyum, dan baik -aku rasa, maaf penilaian awal- sang pemilik nama Samiatun, atau akrabnya dipanggil mia mengaku memiliki sifat mudah terhasut. Salam kenal buat kamu yang murah senyum, aku berharap dapat mengenal kamu bersama karakter-karakter unik kamu. Aku juga menebak selain baik , beliau juga termasuk tipe gadis yang tidak mudah marah dan memiliki toleransi sikap atas suatu perbuatan yang tidak berlebihan.