Suara motor terdengar di telingaku, tanganku santai memegang gagang gas, perlahan tapi pasti ia datang mengucap salam padaku, salamnya menggelitik nasib burukku segera kakiku menginjak rem dengan tiba-tiba panik merayap menjalari belakang leherku.
Brakk………………
Ia tertawa melihatku meneteskan keringat dingin, aku diam dalam panikku, aku terkesima untuk sesaat dan kemudian mampu mengendalikan diri beberapa detik kemudian. Aku tersenyum balik pada nya dan berterimakasih atas hadiahnya di hari tanggal satu januari ini.
Aku kembali berjalan dengan perlahan dan menyimpan senyumku untuknya lain kali jika ia datang lagi, aku akan bersiap untuk itu dan akan kubuktikan padanya bahwa aku memang rapuh.
Suara motor terdengarmelambat dan berhenti………………..
Ia kembali menyapa, tapi tak kuhiraukan karena ia adalah sang musibah
1 komentar:
Nah postingan ini asyik nih
Posting Komentar